Rabu, 26 Juni 2013

MAKALAH ILMU GIZI KEBUTUHAN ZAT GIZI PADA GANGGUAN SISTEM METABOLISME/ENDORKIN




BAB I
PENDAHULUAN

A.          Latar Belakang
Makanan yang dikonsumsi oleh manusia mengandung berbagai unsur. Unsur tersebut ada yang bermanfaat dan ada pula yang tidak membawa manfaat bagi kesehatan manusia. Berbagai zat tersebut dapat berupa enzim, gizi, maupun toksit (racun).
Zat gizi yang terkandung dalam makanan tersebut berbeda-beda antara makanan yang satu dengan yang lainnya. Perbedaan tersebut dapat berupa jenis zat gizi yang terkandung dalam makanan, maupun jumlah dari masing-masing zat gizi.


B.          Tujuan
1.Tujuan Umum :
Agar mahasiswa dapat memahami tentang kebutuhan  zat gizi pada gangguan  sistem metabolisme/endokrin.







 

                                              BAB II
LANDASAN TEORI

A.  Pengertian Gizi
Gizi adalah proses menggunakan makanan oleh manusia melalui proses – proses (digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat–zat yang tidak digunakan) untuk proses pertumbuhan perkembangan dan mempertahankan kesehatan. Nama lain dari gizi adalah nutrisi
Gizi/nutrisi mengadung nutrien/zat gizi. Zat gizi adalah zat yang terkandung dalam suatu makanan dan diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, seperti menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan serta mengatur proses – proses kehidupan.
B.  BERDASARKAN FUNGSI
Setiap zat gizi memiliki fungsi yang spesifik. Masing-masing zat gizi tidak dapat berdiri sendiri dalam membangun tubuh dan menjalankan proses metabolisme. Namun zat gizi tersebut memiliki berbagai fungsi yang berbeda.

1.    Zat gizi sebagai sumber energi
Sebagai sumber energi zat gizi bermanfaat untuk menggerakkan tubuh dan proses metabolisme di dalam tubuh.Zat gizi yang tergolong kepada zat yang berfungsi memberikan energi adalah karbohidrat , lemak dan protein. Bahan pangan yang berfungsi sebagai sumber energi antara lain : nasi, jagung, talas merupakan sumber karbohidrat; margarine dan mentega merupakan sumber lemak; ikan, daging, telur dan sebagainya merupakan sumber protein.Ketiga zat gizi ini memberikan sumbangan energi bagi tubuh. Zat-zat gizi tersebut merupakan penghasil energi yang dapat dimanfaatkan untuk gerak dan aktifitas fisik serta aktifitas metabolisme di dalam tubuh. Namun penyumbang energi terbesar dari ketiga unsur zat gizi tersebut adalah lemak.
2.    Zat gizi untuk pertumbuhan dan mempertahankan jaringan tubuh
Zat gizi ini memiliki fungsi sebgai pembentuk sel-sel pada jaringan tubuh manusia. Jika kekurangan mengkonsumsi zat gizi ini maka pertumbuhan dan perkembangan manusia akan terhambat. Selain itu zat gizi ini juga berfungsi untuk menggantikan sel-sel tubuh yang rusak dan mempertahankan fungsi organ tubuh.
Zat gizi yang termasuk dalam kelompok ini adalah protein, lemak, mineral dan vitamin. Namun zat gizi yang memiliki sumber dominan dalam proses pertumbuhan adalah protein.

3.    Zat gizi sebagai pengatur/ regulasi proses di dalam tubuh
Proses metabolisme di dalam tubuh perlu pengaturan agar terjadi keseimbangan. Untuk itu diperlukan sejumlah zat gizi untuk mengatur berlangsungnya metabolisme di dalam tubuh.
Tubuh perlu keseimbangan, untuk itu proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh perlu di atur dengan baik.
Zat gizi yang berfungsi untuk mengatur proses metabolisme di dalam tubuh adalah mineral, vitamin air dan protein. Namun yang memiliki fungsi utama sebagia zat pengatur adalah mineral dan vitamin.


A. BERDASARKAN JUMLAH
Berdasarkan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh zat gizi terbagai atas dua, yaitu:
1. Zat gizi makro
Zat gizi Makro adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah besar dengan satuan gram. Zat gizi yang termasuk kelompok zat gizi makro adalah karbohidrat, lemak dan protein.
2. Zat gizi mikro
Zat gizi mikro adalah zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil atau sedikit tapi ada dalam makanan. Zat gizi yang termasuk kelompok zat gizi mikro adalah mineral dan vitamin. Zat gizi mikro menggunakan satuan mg untuk sebagian besar mineral dan vitamin.







                                  

                                      BAB III
Gangguan Sistem Metabolisme dan Endokrin

A.  Definisi
Gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein akibat defisiensi insulin absolut atau gangguan kerja insulin (insulin action), yang ditandai dengan hiperglikemia kronik, dan kelainan pembuluh darah (mikro dan angiopati).

B.   Etiologi
Gangguan metabolisme pada diabetes mellitus timbul karena defisiensi insulin.
1.      IDDM : produksi insulin tidak ada atau sangat kurang, karena kerusakan sel-β yang luas (>90%)
2.      NIDDM non-obese : defisiensi insulin timbul akibat kerusakan sel-β à hiperglikemi à resistensi insulin
NIDDM obese : pada mulanya timbul resistensi insulin àkegagalan sel-β àresistensi insulin

C.  Klasifikasi ( WHO expert committee 1985 )

1.  Clinical classes
1.1 Diabetes mellitus
·  Insulin - dependent DM ( IDDM )
·  Non – insulin dependent DM (NIDDM )     -
   non obese
  obese
·  Malnutrition related Deabetus Mellitus  ( MRDM )
·  Secondary deabetus mellitus ( DM type 3 )
1.2 Impaired glucose tolerance
     Obese
     Non obese
     Associated  with certain conditions and syndromes
1.3  Gestational DM ( GDM )
2.      Statistical classes
         Previous abnormality of glucose intolerance
         Potential abnormality of glucose intolerance

D.  GEJALA KLINIS DAN DIAGNOSIS
1. Gejala klinik
a. Terdapat gejala klinik klasik :
   Poliuri, polidipsi, polifagi, lemah, dan  berat badan menurun tanpa sebab yang jelas
b. Gejala lain akibat komplikasi kronik :
Retinopati, nefropati, infeksi, kelainan kulit, “diabetic foot” katarak lentis, penyakit jantung dan pembuluh darah tepi. Diagnosis dipastikan dengan pemeriksaan glukosa darah.
2. Diagnosis ( WHO expert committee 1985 )
a. Gejala klinik( + ) dan gula darah acak (GDA) ≥ 200 mg/dl
b. Bila hasilnya meragukan dapat dilakukan pemeriksaan dengan test toleransi glukosa oral  (TTGO) dengan muatan 75 gr glukosa dalam 250 – 300 cc air
Diagnosis dengan menggunakan TTGO :
  DM bila : gula darah puasa (GDP) > 140 mg/dl dan GD 2 jam pasca muatan (PM) > 200 mg/dl
  GTG : 130 mg/dl < GDP < 140 mg/dl  atau 140 mg/dl < GDPM < 200 mg/dl


E. PATOFISIOLOGIS
1.    Mekanisme Hiperglikemi
     Glukosa yang masuk dari makanan (usus) melalui vena porta masuk kedalam hati. Selanjutnya penyimpanan dan pemanfaatan glukosa tergantung dari aktivitas glikogenesis, glukoneogenesis serta glikogenolisis
     Glukosa diproduksi di dalam hati melalui glukoneogenesis dan glikogenolisis. Bahan utama untuk glikoneogenesis adalah  alanin dan glutamine, gliserol dan laktat serta piruvat. Glukoneogenesis dikendalikan oleh hormaon insulin.
     Pada orang normal dalam keadaan puasa glukosa terutama dimanfaatkan oleh jaringan otak, usus dan ginjal.
     DM mirip kondisi “prolonged starvation”. Pada IDDM kadar NEFA dan keton meningkat dan menghambat pemanfaatan glukosa.
2.      Mekanisme Timbulnya Keluhan Dan Gejala DM
hiperglikemi menyebabkan diuresis osmotic (poliuri). Kelemahan timbul akibat sel tidak mampu memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi.
F.     Pengobatan
1      Pendidikan
2      Diit
3      Latihan jasmani
4      Obat hipoglikemi
a.    Obat hipoglikemi oral
  Golongan sulfonilurea
1.      Tolbutamid
2.      Chlorpropamid
3.      Glibenclamid
4.      Glipizid
5.      Gliclazide
6.      Gliquidon
         Biguanid ( Metformin )
b.      Insulin
         Kerja cepat: Reguler Insulin ( RI ), Actrapid MC, 3-4X/hr sebelum makan SC. Jika ketoasidosis dapat IM, IV dengan drip tts infuse
       Kerja sedang : NDH, monotard MC 1-2X/hr untuk mengendalikan gula darah siang dan sore hari
       Kerja lama : PZI 1 X/hr.

G. komplikasi DM
1. Komplikasi Akut
  Koma Diabetikum :
o   Ketoasidosis (KAD) – koma KAD
o   Koma Hiperosmolar Non Ketotik (HONK)
o   Koma Asidosis Laktat
  Hipoglikemia (koma)
2. Komplikasi Menahun
  Khas : retinopati, neuripati, nefropati, diabetic foot, diabetik skin
  Tidak khas, tetapi timbul pada usia lebih muda & lebih berat : penyakit pembuluh darah perifer, penyakit jantung koroner, infeksi, katarak

H. HIPOGLIKEMIA
1. Etiologi pada Diabetikum
·  Kelebihan insulin, obat per oral, gagal ginjal (↓ bersihan insulin), hipotiroidisme
·  Kurang makan, sesudah olahraga, sembuh dari sakit, sesudah melahirkan, minum obat yang sifatnya serupa *
2. Etiologi pada NON–Diabetikum
·  Meningkatnya Insulin : insulin eksogen, sulfonilurea, insulinoma, antibodi reseptor insulin atau anti–insulin
·  Menurunnya Produksi glukosa : hipopituitarisme, insufisiensi adrenal, defisiensi glukagon, gagal hati, alkoholisme
·  Postpandrial ( setelah makan )
3. Manifestasi Klinis (glukosa < 55 mg/dl)
·  SSP : sakit kepala, perubahan penglihatan dan status mental, kelemahan
·  Otonom ð parasimpatik : lapar, mual
ð simpatik : keringat dingin, berdebar-debar
4. Terapi
·  Pemberian gula murni 30 gr (2 sendok makan), sirop, makanan yang mengandung karbohidrat
·  Pada keadaan koma : berikan larutan Glukosa 40 % i.v sebanyak 20-50 cc, setiap 10-20 menit sampai pasien sadar, disertai infuse dextrose 10 % 6 jam/kolf
·  Bila belum teratasi, dapat diberikan antagonis insulin (adrenalin, kortison atau glukagon)

Susunan  Endokrin
Sistem endokrin : kelenjar yang tidak mempunyai saluran keluar (duktus eksretorius)
Produknya disebut hormone, langsung masuk aliran darah dan mempengaruhi pertumbuhan, metabolisme, reproduksi dan lain-lain.
Sistem endokrin:
1.Kelenjar Hipofisis              
2.Kelenjar adrenal
3.Kelenjar Thyroid
4.Kelenjar Langerhans pankreas
5.Kelenjar Para thyroid
6. Gonad: Ovarium dan testis
7. Kelenjar thymus
8. Placenta

Hipofisis
Menghasilkan hormon yang tidak langsung mempengaruhi sel tubuh, tapi mempengaruhi kelenjar endokrin lain
Target organ
         Thyroid
         Adrenal yang dapat menghasilkan hormone dan mempengaruhi sel tubuh
         Gonad
Kelenjar hipofisis terdiri dari 2 lobus yaitu lobus anterior dan posterior.
Lobus anterior
         Growth hormon
         Thyrotropin (TSH)
         Folikel stimulating hormon (FSH) dan Luteinizing hormon 
         Prolaktin hormon
Lobus posterior
         Anti diuretik (ADH)

Thyroid
Embriologi:
Dari invaginasi tuber (endoderm) dari dasar lidah (foramen caecum)sampai tumbuh ke bawah, di muka trachea dan tulang rawan thyroid
Fisiologi:
         Mempertahankan derajat metabolisme lebih tinggi
         Merupakan alat tubuh yang sensitif dan dapat bereksi terhadap berbagai rangsangan
Pada masa pubertas, kehamilan, dan stres atau pada waktu haid kelenjar membesar dan berfungsi lebih aktif
Kelainan yamg terjadi :
         Hiperplasi epitel
Resorpsi koloid
 sel-sel folikel menjadi lebih tinggi kadang membentuk tonjolan-tonjolan ke dalam lumen.
 Apabila stres dan rangsangan lain hilang dapat juga terjadi involusi, kelenjar mengecil
Fungsi thyroid dipengaruhi oleh hipofisis melalui TSH.
Apabila TSH negatif (misal: pada hipopituitarisme) → thyroid atropi
 Apabila TSH meningkat sehingga hormon thyroid juga meningkat mengakibatkan menekan fungsi hipofisis, dan sebaliknya
 Apabila thyroid menurun akan merangsang hipofisis mengeluarkan TSH lebih banyak.
 Menyebabkan hiperplasi dan pembesaran kelenjar thyroid seperti pada penderita kekurangan jodium pada penyakit gondok.
Biosintesis Produksi  Hormon Thyroid.
Produksi hormon thyroid melalui 4 tingkat.
Tingkat I                    TRAPPING
Tingkat II                  BINDING
Tingkat III                 COUPLING
Tingkat IV                 Releasing







                                   BAB IV
PENUTUP

Kesimpulan

Makanan yang dikonsumsi oleh manusia mengandung berbagai unsur. Unsur tersebut ada yang bermanfaat dan ada pula yang tidak membawa manfaat bagi kesehatan manusia.
Perbedaan tersebut dapat berupa jenis zat gizi yang terkandung dalam makanan, maupun jumlah dari masing-masing zat gizi.
Berdasarkan fungsi zat gizi dapat di bedakan menjadi :
1.      Zat gizi sebagai sumber energi
2.      Zat gizi untuk pertumbuhan dan mempertahankan jaringan tubuh
3.      Zat gizi sebagai pengatur/ regulasi proses di dalam tubuh
Fungsi Zat Gizi iala sebagai Sumber Pertumbuhan Proses energi & Perbaikan Metabolisme Karbohidrat





                        DAFTAR PUSTAKA

http :// www. Sibarok .web. id/2012/09/ gangguan-gangguan-dalam-proses.html
http :// afand . abatasa . com /post/detail/2457/zat-zat-gizi-yang-dibutuhkan-tubuh. Html
http :// mhs. Blog.ui.ac.id/puto/2012/06/01/definisi-gizi-zat-gizi-dan ilmu-gizi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar